Salah satu perusahaan
teknologi terbesar di dunia, IBM. IBM
terkenal sebagai perusahaan dengan inovasi – inovasi yang revolusioner. Namun
IBM juga dikenal dengan prediksi-prediksi yang berani tentang masa depan.
Baru-baru ini, perusahaan itu memberitakan tentang 5 inovasi yang diduga akan memberi dampak
terbesar dalam hidup manusia dalam 5 tahun mendatang.
Menurut perusahaan itu, hanya
dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat perkembangan pesat di bidang
TI, kesehatan, antariksa, riset dan pendidikan.
Semua inovasi mempunyai manfaat dari hal perawatan kesehatan dan
lingkungan hidup, hingga kepada pengertian kita tentang Bumi dan semesta itu
sendiri.
Tentu saja semua prediksi itu
berdasarkan kepada perkembangan teknologi dan penelitian yang ada sekarang ini,
sehingga bisa lebih banyak lagi yang muncul dalam 5 tahun ke depan.
Melakukan prediksi masa depan
memang rumit, tapi semua teknologi yang dibahas di sini sudah berkembang pesat
sebagaimana dilakukan oleh tim-tim peneliti di seluruh dunia, sehingga hanya
masalah menunggu waktu.
1. Komputer Mendeteksi Kesehatan Mental
Kita bisa menduga tentang seseorang berdasarkan cara
mereka bicara, misalnya apakah ia sedang bosan, terganggu, dan gundah gulana.
Sebagai manusia, kita belajar mengerti
petunjuk-petunjuk tersebut, tapi, kemajuan kemampuan komputer melakukan proses
memungkinkan analisis pembicaraan secara lebih berarti.
IBM meramalkan bahwa dalam 5 tahun ke depan,
"Apapun yang kita katakan dan tuliskan akan digunakan untuk menjadi
indikator kesehatan mental dan keadaan jasmani kita."
Misalnya, gangguan dan penyakit mental seperti
Parkinson's dapat diketahui lebih dini menggunakan aplikasi telepon mobil
karena penggunaan kalkulasi AI yang dilajukan melalui jejaring cloud.
Semakin dini kita mengetahui keadaan itu, semakin baik
cara kita menanganinya.
Mungkin kaitan cara bicara dengan gejala penyakit
terdengar dipaksakan, tapi sistem-sistem eksperimen tentang hal itu sudah bermunculan.
Tahun lalu, suati tim dari University of Southern
California membuat sebuah program komputer yang mampu mendeteksi
variasi-variasi dari pola bicara normal untuk melakukan identifikasi
tanda-tanda depresi
2. Kemampuan Super Mata Manusia.
Mata kita adalah suatu perangkat biologis yang luar
biasa. Tapi, menurut IBM, kamera-kamera mungil yang digdaya dapat dipadukan
dengan kemampuan proses AI secara cepat, sehingga memungkinkan manusia melihat
lebih banyak sebelum 2022.
Bukan hanya cahaya yang terlihat sekarang, nantinya
mata kita bisa melihat gelombang mikro, gelombang milimeter, dan gambar-gambar
merah infra dengan menggunakan perangkat yang cukup kecil untuk dimasukkan
dalam saku. Bayangkan kemampuan petugas pemindaian keamanan di bandar, tapi
perangkat kita nantinya hanya sebesar telepon genggam.
Dengan menggunakan teknologi sejenis ini, orang bisa
segera melihat apakah makanan aman untuk dimakan, dan juga bisa memberikan
kemampuan melihat menembus kabur dan hujan kepada mobil-mobil yang mengemudi
sendiri.
Perangkat perdana seperti ini sudah bermunculan,
misalnya kacamata gelap EnChroma yang dapat membantu orang-orang buta warna
untuk melihat secara berwarna.
Sekarang, perangkat demikian memang masih dalam tahap
percobaan dan harganya pun mahal. Tapi, sebelum 2022, perangkat ini akan
menjadi lazim.
3. Makroskop Untuk Memahami Bumi.
Dengan adanya citra-citra dari satelit, kita bisa
melihat dari ketinggian ke manapun bagian planet Bumi. Tapi, Google Earth itu
hanya sekedar permulaan.
IBM meramalkan kehadiran sistem "makroskop",
seperti halnya mikroskop tapi dengan fungsi berlawanan. Sistem baru itu akan
menghimpun "semua data rumit planet Bumi secara bersama," sehingga
kita bisa melakukan analisa dari beragam perspektif baru.
Teknologi ini bukan hanya memberikan kita lebih banyak
data dari satelit-satelit, pengindra cerdas, dan stasiun-stasiun cuaca. Lebih
dari itu, sistem demikian memberikan cara-cara yang lebih baik untuk menyusun
dan memilah semua data tersebut.
Teknologi itu tidak hanya diterapkan untuk
proses-proses alamiah planet Bumi dan sekitarnya. Tapi, semua perangkat, bahkan
termasuk lampu rumah dan kulkas, dapat dipelajari menggunakan makroskop di masa
depan untuk memprediksi segala hal, mulai dari tren perubahan iklim hingga cara
terbaik untuk distribusi pangan ke berbagai masyarakat di seluruh dunia.
Muali dari bola lampu kendali jauh hingga perangkat
speaker yang mampu merekam daftar belanja kita dan membacakan Wikipedia kepada
manusia, nantinya akan lebih banyak lagi perangkat rumah tangga dan perkotaaan
yang menjadi semakin cerdas dan lebih terhubung. Jadi, bayangkanlah potensi
untuk menjelajah data dengan cara yang lebih pintar.
4. Laboratorium dalam Sebuah
Keping.
Ukuran teknologi komputasi
semakin menciut, tapi menjadi lebih digdaya. Dengan demikian, besarlah
manfaatnya bagi dunia kedokteran, demikian menurut prediksi IBM.
Bayangkanlah diagnosa yang
tepat berbiaya renadah yang bisa dilakukan sendiri di rumah, sehingga bisa
mengungkapkan adanya penyakit lebih awal.
IBM menjelaskan,
"Perangkat lab kedokteran baru dalam sebuah chip dapat berperan sebagai
detektif kesehatan nanoteknologi, sehingga bisa melacak petunjuk-petunjuk kasat
mata dalam cairan tubuh kita dan segera memberitahu sekiranya ada alasan untuk
bertemu dokter."
Dengan kata lain, hal itu
seperti memiliki suatu lab biokimia sendiri dalam genggaman tangan kita.
Deteksi dini sejumlah penyakit
semisal kanker atau Parkinson's dapat membuat perbedaan besar terkait
kesuksesan penanganan. Itulah alasannya para ilmuwan berupaya memperbaiki
analisis terhadap air mata, darah, urine, dan keringat manusia.
Sebelum 2022, pelacak tidur
dan gelang kebugaran kita bisa mengirimkan data ke suatu sistem AI melalui
jejaring cloud. Dengan informasi tersebut, pengguna bisa mendapat akses rinci
tentang caranya meningkatkan kesehatan sekaligus, melalui jarak jauh, mengabari
dokter tentang tanda-tanda mengkhawatirkan ataupun penyakit yang sedang
menjelang.
5. Pengindera Cerdas Deteksi
Polusi.
IBM memprediksi penggabungan perangkat keras yang cerdas dengan analisis AI
yang dipergunakan untuk segera mendeteksi polusi lingkungan hidup.
Seperti halnya pelacak cerdas yang dapat secara dini melihat tanda-tanda
penyakit dalam tubuh manusia, pengindra-pengindra cerdas yang tertanam di tanah
atau terpasang di dron dapat mendeteksi zat-zat pencemar (polutan) dan
emisi-emisi secara real-time, tanpa harus mengirim sampel ke lab.
Contohnya adalah kebocoran gas metan yang tidak bisa dilihat mata, tapi
menjadi kontributor ke dua terbesar kepada pemanasan global setelah karbon
dioksida.
Penindra (sensor) pintar yang ditempatkan di berbagai posisi di suatu gudang
atau dekat sumur-sumur alamiah akan mampu membunyikan alarm secara lebih dini
daripada sebelumnya.
Kebocoran seperti itu dapat "ditemukan hanya dalam hitungan menit,
bukan berminggu-minggu sehingga mengurangi polusi dan sampah, demikian juga
dengan kemungkinan kejadian bencana.
Referensi artikel :






Tidak ada komentar:
Posting Komentar