Sabtu, 06 Mei 2017

Kisah Inspiratif

TABAH DALAM BERUSAHA

Di suatu pagi, saya memulai aktivitas seperti biasanya di tempat kerja. Bertemu dan  bertegur sapa dengan rekan-rekan sekerja yang telah datang di tempat kerja sewaktu itu. Saya dan rekan-rekan saya berbincang- bincang soal rencana kerja yang akan dilakukan di hari itu. Lalu tanpa lama, datanglah sahabat saya bernama Aspan Nasution yang datang bergabung dalam perbincangan tersebut. Sahabat saya itu termasuk karyawan lama yang bergabung di tempat bekerja dan tentunya banyak kisah yang telah dia lalui. Pada awalnya kita berbicara seputar pekerjaan, keluarga, anak-anak. Pada suatu kesempatan sahabat saya bercerita dan ingin berbagi pengalaman dalam merintis karier dan usaha.

………..

Dia memulai ceritanya pada tahun 1996, dimana pada saat itu dihadapi pilihan untuk mengambil cicilan rumah di kawasan Citayam namun disisi lain gajinya hanya cukup membayar cicilan tersebut. Datanglah Tulang nya (Paman) memberikan nasihat untuk memulai usaha sekaligus membiayai kehidupan keluarga dan cicilan rumah. Awalnya dia merasa ragu dan takut untuk memulai namun Tulang nya berkata : “Janganlah kau takut, ada Allah yang melihat niat dan usaha kita, tinggal kita berusaha dan berdoa supaya Allah meridhoi apa-apa yang kita lakukan”. Pada awalnya dia kurang berani untuk menjalani saran Tulangnya itu. Namun setelah berpikir matang-matang dan merenungi saran Tulangnya, barulah dia membulat tekad untuk memulai usahanya dengan sejumlah uang ke Bank

Beliau memulai usaha dengan merenovasi bagian depan rumahnya untuk dijadikan kios. Pada awalnya Beliau berdagang sembako dimana pengelolaan keuangannya dibantu oleh sang Istri. Tiap pagi selepas sholat shubuh dia pergi kepasar untuk bahan dagangan nya sambil mengayuh sepedanya. Setelah lama berjalan nya usahanya, Beliau merasa sepedanya kurang mendukung kegiatanya sehari-hari kemudian Beliau minjam Cincin yang dipunya oleh istri nya supaya di jual agar dapat dibelikan sepeda motor bekas untuk lebih menunjang aktivitasnya sehari-hari. Selang 2 tahun usahanya sudah mulai ada kemajuan, omzet perhari bisa menembus angka Rp 200.000 per hari nya. Melihat usahanya semakin maju, datanglah Tulang nya menawarkan kerjasama dalam bidang perdagangan beras. Tulangnya akan mengirim sejumlah beras yang akan ditempat dikois nya tersebut. Dia pun langsung me-iya-kan maksud Tulang nya itu.

Dalam menjalankan usaha beliau memiliki masa dimana beliau mengalami kesulitan dalam dunia usaha, ditambah beliau dapat cobaan istri sakit, berbagai cara beliau tempuh untuk kesembuhan sang istri. Jutaan,puluhan sampai ratusan juta beliau keluarkan demi kesembuhan istri akan tetapi di tahun 2008, sang istri menghembuskan nafas terakhirnya.

Usaha menurun drastis, Hutang dimana-mana terutama di bank dengan nominal yang tidak sedikit. Sehingga menambah derita beliau untuk merangkak kembali kepada kehidupan beliau seperti dulu, Akan tetapi berbagai cobaan pun datang silih berganti menghampiri beliau. Dengan sabar beliau hadapi dan mencoba berbagai cara untuk dapat kembali meraih semuanya.

Semua usaha,perjuangan serta berkat doa beliau akhirnya pintu jalan pun timbul. Beliau memiliki cara dengan memberanikan diri meminjam kembali ke bank dengan syarat surat rumah untuk menjadi jaminan, hal tersebut berdampak positif terhadap beliau terutama bidang usaha beliau yang mendapatkan suntikan dana untuk menguatkan usaha sembako beliau yang menurun sesudah meninggal nya istri beliau.

Akhirnya beliau menambah usaha kembali dengan membuat kontrakan dimana warung sembako sebelumnya dibuat mengecil untuk di jadikan kontrakan 2 pintu yang mana dapat memberikan penghasilan tambah untuk beliau.

Sekurang-kurang nya beliau dapat pemasukan 500rb-800rb dalam 1 hari untuk warung sembako nya, sekurang-kurangnya beliau mendapatkan keuntungan 10% dari hasilnya. Ditambah penghasilan kontrakan beliau 2 pintu 1jt sebulan. Sampai sekarang pun usaha tersebut masih aktif dan beliau merencanakan membuka usaha baru di tahun ini .


……..





“ Usaha dimulai dari keberanian dan tekad, apapun usaha nya jika kita harus berani, focus serta selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu mendapatkan Ridho-Nya maka hasil tidak akan membohongi setiap proses tersebut”


Aspan Nasution









Tidak ada komentar:

Posting Komentar