TABAH DALAM BERUSAHA
Di suatu pagi, saya memulai
aktivitas seperti biasanya di tempat kerja. Bertemu dan bertegur sapa dengan rekan-rekan sekerja yang
telah datang di tempat kerja sewaktu itu. Saya dan rekan-rekan saya berbincang-
bincang soal rencana kerja yang akan dilakukan di hari itu. Lalu tanpa lama,
datanglah sahabat saya bernama Aspan Nasution yang datang bergabung dalam
perbincangan tersebut. Sahabat saya itu termasuk karyawan lama yang bergabung
di tempat bekerja dan tentunya banyak kisah yang telah dia lalui. Pada awalnya
kita berbicara seputar pekerjaan, keluarga, anak-anak. Pada suatu kesempatan
sahabat saya bercerita dan ingin berbagi pengalaman dalam merintis karier dan
usaha.
………..
Dia memulai ceritanya pada tahun
1996, dimana pada saat itu dihadapi pilihan untuk mengambil cicilan rumah di
kawasan Citayam namun disisi lain gajinya hanya cukup membayar cicilan
tersebut. Datanglah Tulang nya (Paman) memberikan nasihat untuk memulai usaha
sekaligus membiayai kehidupan keluarga dan cicilan rumah. Awalnya dia merasa
ragu dan takut untuk memulai namun Tulang nya berkata : “Janganlah kau takut, ada Allah yang melihat niat dan usaha kita,
tinggal kita berusaha dan berdoa supaya Allah meridhoi apa-apa yang kita
lakukan”. Pada awalnya dia kurang berani untuk menjalani saran Tulangnya
itu. Namun setelah berpikir matang-matang dan merenungi saran Tulangnya,
barulah dia membulat tekad untuk memulai usahanya dengan sejumlah uang ke Bank
Beliau memulai usaha dengan
merenovasi bagian depan rumahnya untuk dijadikan kios. Pada awalnya Beliau
berdagang sembako dimana pengelolaan keuangannya dibantu oleh sang Istri. Tiap
pagi selepas sholat shubuh dia pergi kepasar untuk bahan dagangan nya sambil
mengayuh sepedanya. Setelah lama berjalan nya usahanya, Beliau merasa sepedanya
kurang mendukung kegiatanya sehari-hari kemudian Beliau minjam Cincin yang
dipunya oleh istri nya supaya di jual agar dapat dibelikan sepeda motor bekas
untuk lebih menunjang aktivitasnya sehari-hari. Selang 2 tahun usahanya sudah
mulai ada kemajuan, omzet perhari bisa menembus angka Rp 200.000 per hari nya.
Melihat usahanya semakin maju, datanglah Tulang nya menawarkan kerjasama dalam
bidang perdagangan beras. Tulangnya akan mengirim sejumlah beras yang akan
ditempat dikois nya tersebut. Dia pun langsung me-iya-kan maksud Tulang nya
itu.
Dalam menjalankan usaha beliau
memiliki masa dimana beliau mengalami kesulitan dalam dunia usaha, ditambah
beliau dapat cobaan istri sakit, berbagai cara beliau tempuh untuk kesembuhan
sang istri. Jutaan,puluhan sampai ratusan juta beliau keluarkan demi kesembuhan
istri akan tetapi di tahun 2008, sang istri menghembuskan nafas terakhirnya.
Usaha menurun drastis, Hutang
dimana-mana terutama di bank dengan nominal yang tidak sedikit. Sehingga
menambah derita beliau untuk merangkak kembali kepada kehidupan beliau seperti
dulu, Akan tetapi berbagai cobaan pun datang silih berganti menghampiri beliau.
Dengan sabar beliau hadapi dan mencoba berbagai cara untuk dapat kembali meraih
semuanya.
Semua usaha,perjuangan serta
berkat doa beliau akhirnya pintu jalan pun timbul. Beliau memiliki cara dengan
memberanikan diri meminjam kembali ke bank dengan syarat surat rumah untuk
menjadi jaminan, hal tersebut berdampak positif terhadap beliau terutama bidang
usaha beliau yang mendapatkan suntikan dana untuk menguatkan usaha sembako beliau
yang menurun sesudah meninggal nya istri beliau.
Akhirnya beliau menambah usaha
kembali dengan membuat kontrakan dimana warung sembako sebelumnya dibuat
mengecil untuk di jadikan kontrakan 2 pintu yang mana dapat memberikan
penghasilan tambah untuk beliau.
Sekurang-kurang nya beliau dapat
pemasukan 500rb-800rb dalam 1 hari untuk warung sembako nya, sekurang-kurangnya
beliau mendapatkan keuntungan 10% dari hasilnya. Ditambah penghasilan kontrakan
beliau 2 pintu 1jt sebulan. Sampai sekarang pun usaha tersebut masih aktif dan
beliau merencanakan membuka usaha baru di tahun ini .
……..
“ Usaha dimulai dari keberanian dan tekad, apapun usaha nya jika kita harus berani, focus serta selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu mendapatkan Ridho-Nya maka hasil tidak akan membohongi setiap proses tersebut”
Aspan Nasution

Tidak ada komentar:
Posting Komentar