Rabu, 21 Juni 2017

Tanggung Jawab



TANGGUNG JAWAB



Kita sebagai seorang manusia yang hidup di dunia ini, harus bertanggung jawab atas diri sendiri, keluarga, agama, bangsa, negara dan Sang Pencipta……..”

Kalimat tersebut pastinya sering mendengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Lalu apa yang dimaksud dengan TANGGUNG JAWAB ???
Bila kita lihat dalam Kamus Bahasa Indonesia, Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya.
Dengan kata lain, Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga  berarti berbuat  sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang karyawan mempunyai kewajiban bekerja sesuai dengan SOP. Bila ia bekerja sesuai dengan SOP yang berlaku di Perusahaan tersebut, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan pekerjaan  si pekerja, itulah kadar pertanggungjawabannya. Bilamana  pada pencapaian target perkerjaan ia mendapat Performance Appracial ( Penilaian Pribadi) 5, 4, 3 ataupun 2 ( skala 5) itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Bila si pekerja malas bekerja, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau bekerja dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi permasalahan dan tantangan dalam pencapain target perusahaan tersebut. Ini berarti bahwa si pekerja tidak memenuhi kewajibannya,berarti pula ia tidak bertanggung jawab.


Seseorang mau bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsyafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.  Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian. keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusiapasti dibebanidengan tanggungjawab. Apabilaia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakantanggungjawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi,  yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang hams memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggungjawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji,  tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban atau Beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain. Dengan keseimbangan,  keserasian, keselarasan antara sesama rnanusia, antara manusia dan lingkungan, antara  manusia  dan Tuhan  selalu  dipelihara  dengan  baik.
Tanggung jawab adalah ciri manusia  beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab   karena  ia menyadari   akibat  baik  atau  buruk  perbuatannya   itu,   dan  menyadari   pula bahwa  pihak  lain  memerlukan   pengabdian  atau  pengorbanannya.   Untuk  memperoleh   atau meningkatkan    kesadaran   bertanggung   jawab   perlu  ditempuh   usaha  melalui   pendidikan, penyuluhan,   keteladanan,  dan  takwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa.
…….
Manusia  itu bcrjuang  memenuhi  keperluannya  sendiri atau untuk keperluan  pihak lain. Untuk  itu ia manghadapi  manusia  lain dalam masyarakat  atau menghadapi  lingkungan  alam. Dalam usahanya  itu manusia juga menuadari  bahwa ada kekuatan  lain yang ikut menentukan yaitu  kekuasaan   Tuhan.   Dengan  demikian  tanggung  jawab   itu  dapat  dibedakan   menurut keadaan  manusia  atau hubungan  yang dibuatnya.  Atas dasar  ini, lalu dikenal  beberapa jenis tanggung  jawab,  yaitu :

1.       Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab  terhadap diri sendiri menuntut kesadaran  setiap orang untuk memenuhi kewajibannya   sendiri dalam  mengembangkan   kepribadian  sebagai  manusia  pribadi.  Dengan demikian  bisa memecahkan  masalah-masalah  kemanusiaan  mengenai  dirinya sendiri Menurut sifat dasamya  manusia  adalah mahluk bermoral,  tetapi manusia juga  seorang pribadi.  Karena merupakan   seorang  pribadi  maka  manusia  mempunyai   pendapat  sendiri,  perasaan   sendiri angan-angan  sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan  itu manusia berbuat  dan  bertindak.  Dalam  hal  ini manusia  tidak  luput  dari  kesalahan,   kekeliruan,   baik yang  disengaja  maupun  tidak.
Contohnya :
Hasan sering kali berkendaraan motor sambil memegang alat komuniaksi.  Meskipun sebentar-sebentar  ia melihat jalan,  tetap juga  ia lengah, dan terperosok  ke sebuah  lobang. Motornya oleng, tak terkendali, tersungkur tangan dan kakinya pun terkilir.  Akhirnya ia hanya bisa  menyesali    akan  kejadian   itu.  Dan ia pun  harus beristirahat   dirumah   beberapa   hari.   Sebagai konsekuensinya dia tidak bisa bekerja seperti biasanya, itu merupakan bagian dari tanggung jawab  sendiri atas  kelengahannya.

2.       Tanggung Jawab terhadap Keluarga
Keluarga  merupakan  masyarakat  kecil. Keluarga  terdiri dari suami-istri,  ayah-ibu  dan anak-anak.  dan juga  orang lain yang menjadi  anggota keluarga.  Tiap anggota  keluarga  wajib bertanggung jaw ab kepada keluarganya.  Tanggung jaw ab ini menyangkut  nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan. pendidikan, dan kehidupan.
Contohnya :
Hasan memiliki keluarga denga satu istri dengan 2 anak. Untuk  memenuhi kebutuhan keluarganya, Hasan sering kali bekerja ganda disiang hari dia bekerja dikantornya dan malam harinya dia menjalani profesi sebagai Ojek Online. Konsekuensinya Dia jaang berada dirumah dan dia pun jarang berkomunikasi dengan Keluarga terutama dengan kedua anaknya. Pada Saat Dia berangkat kerja kedua anaknya masih tertidur dengan lelap. Begitupun sewaktu dia pulang kerumah.    Sebagai konsekuensinya , dia tidaklah menjadi suami yang baik bagi istrinya dan ayah yang baik bagi kedua anaknya…dia bertangung jawa dengan baik atas kebutuhan terutama kebutuhan ekonomi keluarganya.




3.     Tanggung Jawab terhadap Masyarakat-Bangsa-Negara.
Pada hakekatnya  manusia  tidak bisa hidup tanpa bantuan  manusia  lain, sesuai dengan kedudukannya   sebagai  makhluk  sosial.   Karena  membutuhkan   manusia  lain  maka  ia  harus berkomunikasi   dengan  manusia  lain  tersebut.  Sehingga  dengan  demikian  manusia   di  sini merupakan  anggota masyarakat  yang tentunya mempunyai  mempunyai  tanggung jawab  seperti anggota masyarakat  yang lain agar dapat melangsungkan  hidupnya dalam masyarakat  tersebut Wajarlah  apabila segala tingkah laku dan perbuatannya  harus dipertanggung  jawabkan  kepada masyarakat.
Contohnya :
Sudah bebrapa kali di sekitar tempat tinggal Hasan, tetangga rumahnya kehilangan kendaraan motor.  Meskipun hasan sibuk dengan pekerjaan nya sehari-hari namun dia pun rela ikut berjaga bergantian atau ronda demi timnbulnya rasa aman dan nyaman di kampungnya. Semua ini  dia lakukan sebagai rasa tanggung jawab atas rasa keamana dan kenyamanan masyarkat yang ada di kampungnya.

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat,  bertindak, bertingkah  laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung  jawab kepada negara.
Contohnya :
Dirumahnya, Hasan memiliki sebuah kendaran bermotor dan juga ia pun memiliki SIM A. Tiap Tahunnya, Dia membayar pajak kendaraan bermotor sebelum jatuh tempo pajak nya. Dan juga ia memperpanjang masa berlaku SIM nya tersebut di Mobil STNK-SIM keliling berokasi tak jauh dari tempat tinggal. Sehingga Hasan berkendaran kemanapun akan measa aman dan percaya diri karena memiliki surat-surat lengkap. Ia lakukan semua hal ini karena sebagai bentuk tanggung jawab kepada negaranya.

4.       Tanggung Jawab terhadap Sang Pencipta
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya  manusia mempunyai tanggung jawab Iangsung ternadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman  Tuhan yang dituangkan da1am berbagai kitab sud melalui berbagai macam agama  Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan.  Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah  Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya  dilakukan manusia ternadap Tuhan sebagai penciptanya,  bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contohnya :
Tiap kali Hasan menerima gaji, ia selalu menyisihkan 2,5% untuk disalur ke Panti Asuhan Anak Yatim di daerah Condet. Terkadang ia mentransfer uangnya tersebut, kadang pula ia mendatangi langsung ke panti. Ia sadar akan ajaran di agama nya bahwa di tiap rejeki yang ia dapat ada hak orang lain terutama anak yatim  yang harus ia salurkan. Ia lakukan dengan penuh tanggung jawab kepada sang pemberi rejeki Yaitu Allah SWT.




 Sumber : Materi Soft skill IBD Bab 9 "Manusia dan Tanggung Jawab"






Tidak ada komentar:

Posting Komentar