“Kita sebagai seorang manusia yang hidup di dunia ini, harus bertanggung
jawab atas diri sendiri, keluarga, agama, bangsa, negara dan Sang Pencipta……..”
Kalimat
tersebut pastinya sering mendengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Lalu apa
yang dimaksud dengan TANGGUNG JAWAB ???
Bila kita
lihat dalam Kamus Bahasa Indonesia, Tanggung
Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa
Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul, menanggung segala
sesuatunya, atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya.
Dengan kata
lain, Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya.
Seorang
karyawan mempunyai kewajiban bekerja sesuai dengan SOP. Bila ia bekerja sesuai
dengan SOP yang berlaku di Perusahaan tersebut, maka hal itu berarti ia telah
memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas
kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan pekerjaan si pekerja, itulah kadar
pertanggungjawabannya. Bilamana pada pencapaian
target perkerjaan ia mendapat Performance Appracial ( Penilaian Pribadi) 5, 4,
3 ataupun 2 ( skala 5) itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Bila si
pekerja malas bekerja, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau bekerja
dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi permasalahan
dan tantangan dalam pencapain target perusahaan tersebut. Ini berarti bahwa si pekerja
tidak memenuhi kewajibannya,berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
Seseorang mau
bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsyafan atau pengertian atas
segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia
itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh
berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia
menciptakan keseimbangan, keserasian. keselarasan antara sesama manusia dan
antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab
itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa
setiap manusiapasti dibebanidengan tanggungjawab. Apabilaia tidak mau bertanggung
jawab, maka ada pihak lain yang memaksakantanggungjawab itu. Dengan demikian
tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi,
yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan
demikian ia sendiri pula yang hams memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi
pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggungjawab, pihak lain yang akan
memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila
dikaji, tanggung jawab itu adalah
kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari
pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain,
atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban atau Beban itu
ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain. Dengan
keseimbangan, keserasian, keselarasan
antara sesama rnanusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia
dan Tuhan selalu dipelihara
dengan baik.
Tanggung jawab
adalah ciri manusia beradab (berbudaya).
Manusia merasa bertanggung jawab
karena ia menyadari akibat
baik atau buruk
perbuatannya itu, dan
menyadari pula bahwa pihak
lain memerlukan pengabdian
atau pengorbanannya. Untuk
memperoleh atau
meningkatkan kesadaran bertanggung
jawab perlu ditempuh
usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan,
dan takwa kepada
Tuhan Yang Maha
Esa.
…….
Manusia itu bcrjuang
memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia manghadapi manusia
lain dalam masyarakat atau
menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menuadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan
Tuhan. Dengan demikian
tanggung jawab itu
dapat dibedakan menurut keadaan manusia
atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar
ini, lalu dikenal beberapa jenis
tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung
Jawab terhadap Diri Sendiri
Tanggung
jawab terhadap diri sendiri menuntut
kesadaran setiap orang untuk memenuhi
kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian
sebagai manusia pribadi.
Dengan demikian bisa
memecahkan masalah-masalah kemanusiaan
mengenai dirinya sendiri Menurut
sifat dasamya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang
pribadi maka manusia
mempunyai pendapat sendiri,
perasaan sendiri
angan-angan sendiri. Sebagai perwujudan
dari pendapat, perasaan dan angan-angan
itu manusia berbuat dan bertindak.
Dalam hal ini manusia
tidak luput dari kesalahan, kekeliruan,
baik yang disengaja maupun
tidak.
Contohnya :
Hasan sering kali berkendaraan motor sambil
memegang alat komuniaksi. Meskipun
sebentar-sebentar ia melihat jalan, tetap juga
ia lengah, dan terperosok ke
sebuah lobang. Motornya oleng, tak
terkendali, tersungkur tangan dan kakinya pun terkilir. Akhirnya ia hanya bisa menyesali
akan kejadian
itu. Dan ia pun harus beristirahat dirumah
beberapa hari. Sebagai konsekuensinya dia tidak bisa
bekerja seperti biasanya, itu merupakan bagian dari tanggung jawab sendiri atas kelengahannya.
2. Tanggung
Jawab terhadap Keluarga
Keluarga merupakan
masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu
dan anak-anak. dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota
keluarga wajib bertanggung jaw ab
kepada keluarganya. Tanggung jaw ab ini
menyangkut nama baik keluarga. Tetapi
tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan. pendidikan, dan
kehidupan.
Contohnya :
Hasan memiliki keluarga denga satu istri
dengan 2 anak. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,
Hasan sering kali bekerja ganda disiang hari dia bekerja dikantornya dan malam
harinya dia menjalani profesi sebagai Ojek Online. Konsekuensinya Dia jaang
berada dirumah dan dia pun jarang berkomunikasi dengan Keluarga terutama dengan
kedua anaknya. Pada Saat Dia berangkat kerja kedua anaknya masih tertidur
dengan lelap. Begitupun sewaktu dia pulang kerumah. Sebagai konsekuensinya , dia tidaklah
menjadi suami yang baik bagi istrinya dan ayah yang baik bagi kedua anaknya…dia
bertangung jawa dengan baik atas kebutuhan terutama kebutuhan ekonomi
keluarganya.
3. Tanggung
Jawab terhadap Masyarakat-Bangsa-Negara.
Pada
hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia
lain, sesuai dengan kedudukannya
sebagai makhluk sosial.
Karena membutuhkan manusia
lain maka ia
harus berkomunikasi dengan manusia
lain tersebut. Sehingga
dengan demikian manusia
di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai mempunyai
tanggung jawab seperti anggota
masyarakat yang lain agar dapat
melangsungkan hidupnya dalam
masyarakat tersebut Wajarlah apabila segala tingkah laku dan
perbuatannya harus dipertanggung jawabkan
kepada masyarakat.
Contohnya :
Sudah bebrapa kali di sekitar tempat tinggal
Hasan, tetangga rumahnya kehilangan kendaraan motor. Meskipun hasan sibuk dengan pekerjaan nya
sehari-hari namun dia pun rela ikut berjaga bergantian atau ronda demi timnbulnya
rasa aman dan nyaman di kampungnya. Semua ini dia lakukan sebagai rasa tanggung jawab atas
rasa keamana dan kenyamanan masyarkat yang ada di kampungnya.
Suatu
kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu
negara. Dalam berpikir, berbuat,
bertindak, bertingkah laku
manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.
Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah,
maka ia harus bertanggung jawab kepada
negara.
Contohnya :
Dirumahnya, Hasan memiliki sebuah kendaran
bermotor dan juga ia pun memiliki SIM A. Tiap Tahunnya, Dia membayar pajak
kendaraan bermotor sebelum jatuh tempo pajak nya. Dan juga ia memperpanjang
masa berlaku SIM nya tersebut di Mobil STNK-SIM keliling berokasi tak jauh dari
tempat tinggal. Sehingga Hasan berkendaran kemanapun akan measa aman dan
percaya diri karena memiliki surat-surat lengkap. Ia lakukan semua hal ini karena
sebagai bentuk tanggung jawab kepada negaranya.
4. Tanggung
Jawab terhadap Sang Pencipta
Tuhan
menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk
mengisi kehidupannya manusia mempunyai
tanggung jawab Iangsung ternadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa
lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang
dituangkan da1am berbagai kitab sud melalui berbagai macam agama Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut
akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun
manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan
perintah-perintah Tuhan berarti mereka
meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya
dilakukan manusia ternadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia
perlu pengorbanan.
Contohnya :
Tiap kali Hasan menerima gaji, ia selalu
menyisihkan 2,5% untuk disalur ke Panti Asuhan Anak Yatim di daerah Condet.
Terkadang ia mentransfer uangnya tersebut, kadang pula ia mendatangi langsung
ke panti. Ia sadar akan ajaran di agama nya bahwa di tiap rejeki yang ia dapat
ada hak orang lain terutama anak yatim yang harus ia salurkan. Ia lakukan dengan
penuh tanggung jawab kepada sang pemberi rejeki Yaitu Allah SWT.
Sumber : Materi Soft skill IBD Bab 9 "Manusia dan Tanggung Jawab"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar