Rabu, 21 Juni 2017

Kegelisahan ...............




Seringkali kita mendengar kata kegelisahan. Kegelisahan itu sendiri berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir,  tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan  hal  yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya  berjalan  mundar-mandir  dalam  ruang tertentu  sambil  menundukkan  kepala; memandang jauh ke depan sambil memegang tangan sendiri; duduk termenung dengan pandangan kosong sambil tangan menopang dagu; duduk dengan wajah murung atau sayu, enggan berbicara dengan orang lain (menyendiri) dan sebagainya.
Kegelisahan merupakan salah satu  ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat,bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektit), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.

1.      Kecemasan  obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan  atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap kcadaan dalam lingkungan   seseorang  yang  mengancam   untuk  mencelakakannya.   Pengalaman   bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi  kecenderungan  untuk menjadi  takut kalau ia berada dekat  dengan benda-benda tertentu  atau keadaan  tertentu  dari lingkungannya.
2.      Kecemasan  neorotis  (syarat)
Kecemasan  ini timbul karena  pengamatan  tentang bahaya  dari naluriah.  Menurut Sigmund  Freud,  kecemasan  ini dibagi  tiga macam,  yakni  :

a.       Kecemasan   yang  timbul  karena  penyesuaian  diri dcngan  lingkungan.   Kecemasan yang  timbul  karena  orang  itu  takut  akan  bayangannya   scndiri,  atau  takut  akan  identitas-nya sendiri,  sehingga  menekan  dan  menguasai  ego.   Keccmasan  scmacam  ini menjadi sifat dari  seseorang  yang gelisah,  yang selalu  mengira  bahwa  seseuatu  yang  hebat akan  terjadi.
b.       Bentuk  ketakutan  yang tegang  dan  irrasional  (phobia).  Bentuk  khusus  dari phobia adalah,  bahwa  intensitet  ketakutan  melebihi  proporsi  yang  sebenamya   dari  obyek yang  ditakutkannya.   Misalnya  seorang  gadis  takut memegang  benda  yang  terbuat dari  karet.  Ia tidak mengetahui  sebab ketakutan  tersebut,  setelah  dianalisis.
c.       Rasa  takut  lain  ialah  rasa  gugup,  gagap  dan  sebagainya.  Reaksi  ini  munculnnya secara tiba-tiba  tanpa ada provokasi  yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan   diri  yang  bertujuan   untuk  membebaskan   seseorang   dari  kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan  dengan jalan melakukan  sesuatu yang dikehendaki oleh  id meskipun  ego dan  superego  melarangnya.

3.      Kecemasan  moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap  pribadi memiliki bermacam-macam    emosi  antara lain:  iri,  benci,  dendam,  dengki,  marah,  gelisah,  cinta, rasa kurang.
Rasa  iri, benci, dengki, dendam  itu merupakan  sebagian dari pemyataan  individu secara keseluruhan  berdasarkan  konsep yang kurang sehat  Oleh karena  itu sering alasan untuk  iri, benci,  dengki  itu kurang  dapat  dipahami  orang  lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan  manusia akan  merasa  khawatir,  takut,   cemas,  gelisah  dan  putus  asa.   Misalnya  seseorang   yang merasa dirinya kurang cantik, maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan, sementara  itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan,  sehingga kawan-kawannya lebih dinilai sebagai lawan. Ketidakmampuannya  menyamai  kawan-kawannya   demikian menimbulkan   kecemasan  moril.


            Setelah kita mengetahui dari arti kegelisahan maka marilah telusuri langkah – langkah untuk mengatasi kegelisahan (mungkin) kita pernah mengalaminya.
1.      Kita harus  bersikap  tenang dan mempunyai sikap pikiran positif.   Dengan  sikap tersebut  kita  dapat  berpikir  dengan logis  sehingga   segala kesulitan  dapat  kita atasi.
2.      Kita harus melakukan koreksi terhadap diri kita sendiri (introspeksi diri),  Sehingga kita  harus bersedia  menerima konsekuensi dari hal yang kita hadapi  dengan  rasa  sabar, tabah  dan  lapang dada  niscaya kecemasan  tersebut  akan sirna dalam jiwa kita.
3.      Kita haruslah berkomunikasi, berbagi kisah dengan sahabat, orang (tua) yang kita segani agar mereka dapat berbagi nasehat dan pengalaman sehingga kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman hidup mereka yang mereka lalui.
4.      Kita haruslah melakukan hal-hal yang senangi (hobbi atau hal-hal yang merupakan hal favorit bagi kita) baik sendiri maupun dengan orang yang kita sayangi agar dapat mengurangi rasa kegelisahan yang (sedang) kita alami sehingga kita mendapatkan lagi semangat untuk menghilangkan rasa kegelisahan tersebut.
5.    Yang terakhir, Sebagai Manusia yang beriman, kita haruslah IKHLAS dan memasrahkan   diri segala urusan kepada Allah SWT.  Kita  pasrahkan  nasib  kita  sepenuhnya  kepada-Nya,   kita  harus  percaya  bahwa Allah Maha Penyayang  dan  Maha  Pengampun.
 

Apabila kamu tidak bisa berbuat kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, maka berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik (Nabi Muhammad Saw.)


Sumber : Materi Soft skill IBD, Bab 10, Manusia Dan Kegelisahan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar