Mendengar kata liburan, aku teringat cerita
temen semasa kecilku, namanya Danu. Waktu itu dia masih duduk di bangku sekolah
kelas 3 SD. Dia bercerita tentang liburan bersama keluarga ke rumah saudara nya
di kampung halaman ayah nya.
Awal cerita, dia hanya diajak oleh ayah dan
ibu pergi ke tempat wisata air, tentunya dia sangat gembira sekali. Dalam
perjalanan, dia sempet mengeluh karena jarak tempuh dari rumah menuju tempat
wisata air cukup jauh, memakan waktu tempuh hampir 3 jam lamanya namun ibu nya
dengan sabar menenangkan temanku itu dengan sabarnya. Setelah 3 jam baru dia
dan keluarga tiba di tempat yang dituju, ayah nya langsung pesan tiket untuk 3
orang dan teman aku sudah tak sabar bermain air di tempat wisata tersebut.
Tak terasa, 3 jam sudah berlalu, sinar
matahari sudah terasa terik dikulit dan perut pun terasa minta diisi akhirnya
Danu merengek meminta makan siang, ayahnya pun mengiyakan keinginannya. Setelah
selesai bersih-bersih dan ganti baju lalu mereka bergegas mencari tempat makan.
Mampirlah mereka ke tempat makan yang biasa di kunjungi. Mereka memesan menu
yang menjadi menu favorit mereka. Rasa lapar telah hilang, ayah Danu mengajak
Danu untuk berkunjung ke saudaranya karena telah lama tidak berjumpa. Walaupun
diselimuti rasa penasaran karena Danu tak pernah bertemu dengan saudara dari
ayahnya, dia setuju akan ajakan ayahnya tersebut.
Menjelang sore hari, mereka tiba di rumah
saudara ayahnya. Ayahnya langsung menyapa satu persatu saudaranya namun tidak
dengan Danu. Danu masih merasa kikuk dan bingung harus bersikap apa, Danu hanya
bisa diam diri kadang sesekali bertanya kepada ayahnya, siapa nama-nama dari
saudara-saudaranya, ayahnya tak langsung menjawab pertanyaan Danu, hanya
tersenyum saja dan mengisyaratkan agar Danu berkenalan sendiri. Awalnya Danu
kikuk, entah berbuat dan berkata apa. Setelah salah satu dari saudara nya lebih
dahulu menyapa, barulah suasana mulai mencair, Danu mulai berani berkenalan,
berbicara bahkan hingga bermain bersama.
Tak terasa hari sudah malam, saatnya untuk
mandi dan berkumpul kembali untuk makan. Danu sangat menikmati suasana malam
itu. Malam dimana dia berkumpul dengan saudara-saudaranya hingga Danu meminta
untuk bermalam di rumah saudara agar dia bisa lebih lama bermain dan bercengkrama
dengan saudara-saudaranya. Mereka bercanda dan bertukar cerita tentang sekolah,
permainan dan hal-hal yang lainnya hingga larut malam. Keesokkan harinya, dengan
berat hati Danu dan keluarga bersiap untuk pulang ke rumahnya. Mereka berjanji
akan kembali berkunjung di hari raya nanti. Rasa capai dan lelah luluh dengan
rasa senang dan bahagia setelah berwisata air dan berkunjung ke saudara. Danu
pun tak sabar untuk bercerita kepada teman-temanya di sekolah di esok harinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar