Selasa, 03 April 2018

Liburan Danu




Mendengar kata liburan, aku teringat cerita temen semasa kecilku, namanya Danu. Waktu itu dia masih duduk di bangku sekolah kelas 3 SD. Dia bercerita tentang liburan bersama keluarga ke rumah saudara nya di kampung halaman ayah nya.

Awal cerita, dia hanya diajak oleh ayah dan ibu pergi ke tempat wisata air, tentunya dia sangat gembira sekali. Dalam perjalanan, dia sempet mengeluh karena jarak tempuh dari rumah menuju tempat wisata air cukup jauh, memakan waktu tempuh hampir 3 jam lamanya namun ibu nya dengan sabar menenangkan temanku itu dengan sabarnya. Setelah 3 jam baru dia dan keluarga tiba di tempat yang dituju, ayah nya langsung pesan tiket untuk 3 orang dan teman aku sudah tak sabar bermain air di tempat wisata tersebut.

Tak terasa, 3 jam sudah berlalu, sinar matahari sudah terasa terik dikulit dan perut pun terasa minta diisi akhirnya Danu merengek meminta makan siang, ayahnya pun mengiyakan keinginannya. Setelah selesai bersih-bersih dan ganti baju lalu mereka bergegas mencari tempat makan. Mampirlah mereka ke tempat makan yang biasa di kunjungi. Mereka memesan menu yang menjadi menu favorit mereka. Rasa lapar telah hilang, ayah Danu mengajak Danu untuk berkunjung ke saudaranya karena telah lama tidak berjumpa. Walaupun diselimuti rasa penasaran karena Danu tak pernah bertemu dengan saudara dari ayahnya, dia setuju akan ajakan ayahnya tersebut.

Menjelang sore hari, mereka tiba di rumah saudara ayahnya. Ayahnya langsung menyapa satu persatu saudaranya namun tidak dengan Danu. Danu masih merasa kikuk dan bingung harus bersikap apa, Danu hanya bisa diam diri kadang sesekali bertanya kepada ayahnya, siapa nama-nama dari saudara-saudaranya, ayahnya tak langsung menjawab pertanyaan Danu, hanya tersenyum saja dan mengisyaratkan agar Danu berkenalan sendiri. Awalnya Danu kikuk, entah berbuat dan berkata apa. Setelah salah satu dari saudara nya lebih dahulu menyapa, barulah suasana mulai mencair, Danu mulai berani berkenalan, berbicara bahkan hingga bermain bersama.

Tak terasa hari sudah malam, saatnya untuk mandi dan berkumpul kembali untuk makan. Danu sangat menikmati suasana malam itu. Malam dimana dia berkumpul dengan saudara-saudaranya hingga Danu meminta untuk bermalam di rumah saudara agar dia bisa lebih lama bermain dan bercengkrama dengan saudara-saudaranya. Mereka bercanda dan bertukar cerita tentang sekolah, permainan dan hal-hal yang lainnya hingga larut malam. Keesokkan harinya, dengan berat hati Danu dan keluarga bersiap untuk pulang ke rumahnya. Mereka berjanji akan kembali berkunjung di hari raya nanti. Rasa capai dan lelah luluh dengan rasa senang dan bahagia setelah berwisata air dan berkunjung ke saudara. Danu pun tak sabar untuk bercerita kepada teman-temanya di sekolah di esok harinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar