DOSEN
: RAMITA HAPSARI
NAMA : RIKI ABDILLAH HASANUDDIN
NPM : 16116417
KELAS : 1 KA 19
TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR 1
Secara sederhana Ilmu
Budaya Dasar adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan
pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah-rnasalah manusia
dan kebudayaan.
lstilah llmu Budaya
Dasar dikembangkan di
Indonesia sebagai pengganti
istilah Basic Humanitiesm
yang berasal dari
istilah bahasa Inggris
"The Humanities". Adapun
istilah Hwnanities itu sendiri
berasal dari bahasa latin hurnanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari
the humanities diandaikan seseorang akan bisa rnenjadi lebih manusiawi. lebih
berbudaya dan lebih
halus. Dengan demikian
bisa dikatakan bahwa
the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo
humanus atau manusia berbudaya,
Agar supaya manusia bisa menjadi
humanus, mereka harus mempelajari ilmu
yaitu the humanities disamping tidak
meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok
pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu
diketahui pengelompokan ilmu
pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa
ilmu dan pengetahuan
dikelompokkan dalam tiga
kelompok besar, yaitu :
1.
Ilmu-ilrnu
Alamiah ( Natural Science ).
Ilmu-ilmu
alamiah
bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam
semesta. Yang termasuk
kelompok ilmu-ilmu alamiah
antara lain ialah astronomi,
fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
2.
Ilmu-ilmu
Sosial (Social Science )
Ilmu-ilrnu sosial bertujuan untuk mengkaji
keteraturan-keteraturan yang terdapat
dalam hubungan antar manusia. Yang termasuk
kelompok ilmu-ilmu sosial
antara lain ilmu
ekonomi, sosiologi, politik, demografi,
psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum,
dsb.
3.
Pcngetahuan budaya (The Humanities ).
Pcngetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan
yang bersifat manusiawi. Metode ini tidak ada sangkut pautnya
dengan metode ilmiah, hanya
mungkin ada pengaruh dari mctodc
ilmiah.
Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi
sebagai pengetahuan yang mencakup
kcahlian (disiplin) scni dan filsafat. Keahlian inipun dapat
dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai
bidang kcahlian Iain, sepcrti seni tari, seni rupa, seni
musik, dll. Sedang llmu
Budaya Dasar ( Basic
Humanities ) adalah usaha yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan
dasar dan pengcrtian umum tentang
konsep-konscp yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Dengan perkataan
lain Ilmu Budaya
dasar menggunakan
pengertian-pengertian yang berasal
dari berbagai bidang
pengetahuan budaya
untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji
masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya
dasar berbeda dengan
pengetahuan budaya. Ilmu
budaya dasar dalam bahasa
lnggris disebut dengan
Basic Humanities. Pengetahuan budaya dalam
bahasa inggris disebut dengan
istilah the humanities. pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia
sebagai mahluk berbudaya
( homo humanus
), sedangkan Ilmu
budaya dasar bukan
ilmu tentang budaya, melainkan
mengenai pengetahuan
dasar dan pengertian
umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia
dan budaya.
Pada hakekat nya, manusia
adalah :
1. Mahluk ciptaan
Tuhan yang terdiri dari
tubuh dan jiwa sebagai satu
kesatuan yang utuh.
2. Mahluk ciptaan Tuhan
yang paling sempurna, jika
dibandingkan dengan mahluk
lainnya.
3. Kesempumaan
Manusia terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh
penciptanyadengan akal, perasaan,dan kehendakyang terdapat didalamjiwa manusia.
Dengan akal (ratio)
manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan
buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak
menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya. Selanjutnya dengan
adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam
diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani.
Perasaan inderawi adalah rangsangan
jasmani melalui pancaindra,
tingkatnya rendah dan
terdapat pada manusia
atau binatang. Perasaan rohani
adalah perasaan luhur
yang hanya terdapat
pada manusia misalnya :
1.
Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang
berkenaan dengan pengetahuan.
2.
Perasaan estetis.yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
3.
Perasaan etis. yaitu perasaan yang
berkenaandengan kebaikan.Seseorangmerasa senang apabila sesuatu itu baik.
4.
Perasaan diri, yaitu perasaan yang
berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain
5.
Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok
atau korp atau hidup bermasyarakat. ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila orang berhasil, ia ikut senang. apabila orang gagal, memperoleh musibah, ia ikut sedih.
6.
Perasaan religius. yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama
atau kepercayaan.
Apabila kita berbicara
tentang kebudayaan, maka kita langsung berhadapan dengan pengertian istilahnya. Pengertian
kebudayaan menyangkut bermacam-rnacam
definisi yang telah dipikirkan oleh sarjana-sarjana bidang sosial budaya diseluruh dunia :
1.
Dua orang
antropolog terkemuka yaitu
Melville J. Herkovits
dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa Cultural Determinism
berarti segala sesuatu yang terdapat di
dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki
masyarakat itu. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
superorganic, karena kebudayaan yang
turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus. Walaupun orang-orang yang menjadi anggota masyarakat senantiasa
silih berganti disebabkan kematian dan
kelahiran. Pengertian kebudayaan
meliputi bidang yang luasnya seolah-olah
tidak ada batasnya. Dengan demikian sukar sekali untuk mendapatkan pembatasan pengertian atau definisi yang
tegas dan terinci yang mencakup segala sesuatu yang seharusnya termasuk
dalam pengertian tersebut. Dalam pengertian sehari-hari istilah
kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni
tari. Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata
budhayah yang berarti budi atau akal.
Dalam bahasa latin, kebudayaan
berasal dari kata colere. yan~ berarti mengolah tanah. jadi kebudayaan secara
umum dapat diartikan sebagai "segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal
budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tcmpat
tinggalnya., atau dapat pula diartikan
segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya
di dalam lingkungannya
". Budaya dapat pula
diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang
merupakan kekhususan kelompok sosial
tertentu (Keesing, jilid I. 1989; hal 68)
2.
Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor (1871)
mendefinisikan kebudayaan sebagai bcrikut : Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan- kebiasaan yang
didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat, Dengan perkataan lain
kebudayaan mencakup kesemuanya yang
didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
3.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi maerumuskan kebudayaan
sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan
kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia
untuk mcnguasai alam sekitamya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan
untuk masyarakat.
4.
Sutan
Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah
manifestasi dari cara berpikir,
hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan; sebab semua laku dan
perbuatan tercakup di dalamnya, dan
dapat diungkapkan pada basis
dan cara berpikir,
perasaan juga maksud pikiran.
5.
Koentjaraningrat mengatakan,
bahwa kebudayaan antara
lain berarti keseluruhan gagasan dan
karya manusia yang
hams dibiasakannya dengan
belajar beserta
keseluruhan dari hasil
budi pekertinya.
6.
A.L Krober dan
C.Kluckhon mengatakan, bahwa
kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan
kerja jiwa manusia
dalam arti seluas-luasnya.
7.
C.A.Van
Peursen mengatakan, bahwa
dewasa ini kebudayaan diartikan
sebagai manifestasi
kehidupan setiap orang,
dan kehidupan setiap
kelompok orang-orang, berlainan dengan
hewan-hewan, maka manusia
tidak hidup begitu
saja ditengah alam, melainkan selalu
mengubah alam.
8.
Kroeber
dan Klukhon mcndcfinisikan kebudayaan; kebudayaan terdiri
atas berbagai pola, bertingkah
laku mantap, pikiran,
perasaan dan reaksi
yang diperoleh dan terutama
diturunkan oleh simbol-simbol yang
menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari
kelompok-kelompok
manusia, termasuk didalamnya
oerwujudan benda-benda
materi, pusat esensi
kebudayaan terdiri atas
tradisi dan cita-cita
· atau paham, dan
terutama keterikatan terhadap
nilai-nilai.
Secara praktis
bahwa kebudayaan merupakan
sistem nilai dan gagasan
utama (Vital). Sistem nilai
dan gagasan utama
itu dihayati benar-benar oleh
para pendukung kebudayaan yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu,
sehingga mendominasi keseluruhan kehidupan
para pendukung itu,
dalam arti mengarahkan tingkah
laku mereka dalam masyarakatnya. Dapat dikatakan pula, bahwa sistem nilai dan gagasan utama itu memberikan pola untuk bertingkah
laku kepada masyarakatnya,atau dengan kat lain, memberi seperangkat model untuk
bertingkah laku. Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan
terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci, yaitu
1.
Sistem ideologi, meliputi etika, norma,
adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem
sosial dan berupa interpretasi operasional dari sistem nilai dan gagasan utama
yang berlaku dalam masyarakat.2.
2.
Sistem sosial meliputi hubungan dan
kegiatan sosial di dalam rnasyarakat, baik yang terjalin didalam lingkungan
kerabat, maupun yang terjadi dengan masyarakat lebih luas serta
pemimpin-pemimpinnya. Pengendalian masyarakat dan pemimpin berkembang dengan
nilai budaya dan gagasan utama yang berlaku.
3. Sistem
teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya. sesuai dengan nilai
budaya yang berlaku. Dalam kebudayaan yang terutama Komunikasi dan Interaksi
Sosial Budaya misalnya dengan sendirinya sistem teknologi khusus Sistem Informasi sesuai dengan Interaksi Sosial Budaya.
Untuk lebih
mendalami kebudayaan, perlu
dikenal beberapa masalah
lain yang menyangkut kebudayaan.
Misalnya apa yang disebut
dengan unsur, Yang dimaksud dengan unsur disini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan
itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna
totalitas dari pada
sekedar penjumlahan unsur-unsur
yang terdapat di dalamnya.
C.Kluckhohn di dalam
karyanya berjudul Universal Categories ofCulture mengemukakan, bahwa
ada tujuh unsur kebudayaan
universal,yaitu :
1. Sistem
Religi
(sistem kepercayaan).
Merupakan
produk manusia sebagai
homo religieus. Manusia
yang memiliki kecerdasan pikiran
dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya
terdapat kekuatan lain yang maha
besar. Karena itu manusia takut,
sehingga menyembahnya dan lahirlah
kepercayaan yang sekarang
menjadi agama.
2. Sistem organisasi
kemasyarakatan.
Merupakan produk dari manusia sebagai homo
socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka
disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana
manusia bekerja sama untuk
meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem pengetahuan.
Merupakan
produk manusia sebagai
homo sapiens. Pengetahuan
dapat diperoleh dari
pemikiran sendiri, disamping
itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan manusia mengingat- ingat apa yang telah diketahui kemudian
menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan
menyebar luas. Lebih-lebih bila pengetahuan itu dibukukan, maka penyebarannya dapat dilakukan dari satu generasi ke generasi
berikutnya.
4.
Sistem
mata pencaharian hidup
dan sistem-sistem ekonomi.
Merupakan produk manusia sebagai homo
economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia
secara umum terus
meningkat,
5.
Sistem
Teknologi dan Peralatan.
Merupakan
produk dari manusia sebagai homo
faber. Bersumber dari pemikirarmya
yang cerdas dan
dibantu dengan tangannya
yang dapat mengunakan
sesuatu alat dengan erat, manusia dapat membuat
dan mempergunakan alat tersebut.
Dengan alat-alat ciptaannya terutama
dibidang Sistem Informasi untuk memenuhi
kebutuhannya agar berinteraksi dengan mudahnya sehingga menimbulkan suatu
budaya baru.
6.
Bahasa, Merupakan produk
dari manusia sebagai
homo longuens. Bahasa
manusia pada mulanya diwujudkan
dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempumakan
dalam bentuk bahasa lisan,
dan akhimya menjadi
bentuk bahasa tulisan.
7.
Kesenian.Merupakan hasil
dari manusia sebagai
homo aesteticus. Setelah
manusia dapat mencukupi kebutuhan
fisiknya, maka dibutuhkan
kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia bukan
lagi semata-mata memenuhi kebutuhan
isi perut saja, mereka juga perlu
pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya
dapat dipenuhi melalui kesenian.
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai.
Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem
nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia,
secara universal menyangkut
Hrna masalah pokok kehidupan
manusia, yaitu :
1. Hakekat hidup
manusia ( MH )
Hakekat
hidup untuk setiap
kebudayaan oerbeda secara
ekstem; ada yang
berusaha untuk memadamkan hidup,
ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai
suatu hal yang baik,
"mengisi hidup"
2. Hakekat karya
manusia ( MK )
Setiap kebudayaan hakekatnya
berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup. karya memberikan
kedudukan atau kehormatan, karya
merupakan gerak hidup
untuk menambah karya
lagi.
3. Hakekat waktu
manusia ( WM )
Hakekat
waktu untuk setiap kebudayaan
berbeda; ada yang
berpandangan mementingan orientasi masa
lampau, ada pula yang
berpandangan untuk masa
kini atau masa yang akan
datang.
4. Hakekat alam
manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia
harus mengeksploitasi alam atau
memanfaatkan alam semaksimal
mungkin. ada pula
kebudayaan yang beranggapan manusia harus
hannonis dengan alam
dan manusia harus menyerah
kepada alam.
5. Hakekat hubungan
manusia (MN )
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan
manusia dengan manusia.
baik secara horizontal
(sesamanya) maupun secara
vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh).
Ada pula yang berpandangan individualistis (
menilai tinggi kekuatan
sendiri ).
Sadar atau tidak, suka
atau tidak kebudayaan akan berkembang seiring berkembangnya teknologi, sehingga
menyebabkan perubahan dalam kultur kebudayaan yang tradisional berimigrasi
menjadi kebudayaan yang modern.
Masyarakat sekarang
sangatlah mudah mengetahui kebudayaan dengan adanya perkembangan zaman
teknologi yang dapat di akses melalui media gadget, sehingga pertumbuhan sistematis
dalam kebudayaan yang idealis sangat kental dalam era modern seperti ini.
Banyak hal dalam kebudayaan di dalam masyarakat yang harus tetap terjaga dan
tetap di pelihara dalam suatu kesatuan yang mana akan tetap bisa di rasakan
oleh anak cucu kita nanti, hal tersebut yang menjadi dasar dalam suatu konsep
dalam penggunaan sistem teknologi dalam kebudayaan keseharian kita.
Masyarakat dan kebudayaan
dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakatdan kebudayaan primitif
yang terisolasi dari berbagai hubungandengan masyarakat lainnya.
Tidak ada kebudayaan yang
statis, semua kebudayaanmempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenamya
adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan
tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungandengan
manusialainnya.Artinya,karena terjadihubungan antar kelompok manusia di dalam
masyarakat .
Terjadinya gerak dan
perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
·
Sebab-sebab yang berasal dari dalam
masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi
penduduk.
·
Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan
fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka. yang berada dalam
jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain. cenderung untuk
berubah lebih cepat.
Perubahan ini, selain
karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan,
penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Ada perbedaan antara perubahan
sosial dan perubahan kebudayaan berbeda.
·
Perubahan sosial adalah segala perubahan
pada lembaga-Iembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.yang
mempengaruhisistem sosialnya, termasukdidalamnyaniali-nilai, sikap-sikap dan
pola-pola perilaku di antara kelompok-kelornpok dalam masyarakat. Dalam
Perubahan sosial terjadi perubahan struktur sosial dan pola-pola hubungan
sosial, antara lain, sistem politik dan kekuasaan. persebaran penduduk, sistem
status. hubungan-hubungan di dalam keluarga.
·
Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang
terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau
sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan,antara lain aturan-aturan, norma-norma
yang digunakan sebagai
pegangan dalam kehidupan, juga teknologi,
selera, rasa keindahan (kesenian),
dan bahasa. Perubahan kebudayaan
atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan
tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang bebrbeda
sedemikian rupa. sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat
laun diterima dan diolah
kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Proses akulturasi di
dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan
masyarakat-masyarakat lainnya dan
antara mereka terjadi
hubungan-hubungan,
mungkin dalam lapangan
perdagangan, pemerintahan dan sebagainya. Pada saat itulah unsur-unsur masing-masing
kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu
kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi
tersebut. Beberapa masalah yang
menyangkut proses tadi adalah
:
1.
Unsur-unsur kebudayaan
asing manakah yang
mudah diterima,
2.
Unsur-unsur kebudayaan
asing manakah yang sulit diterima,
3.
Individu-individu manakah
yang cepat menerima unsur-unsur
yang barn,
4.
Ketegangan-ketegangan apakah
yang timbul sebagai
akibat akulturasi tersebut,
Pada umumnya
unsur-unsur kebudayaan asing
yang mudah diterima
adalah :
1.
Unsur kebudayaan kebendaan
seperti peralatan yang terutama
sangat mudah dipakai dan
dirasakan sangat bermanfaat
bagi masyarakat yang menerimanya.
Contohny.a alat tulis menulis yang banyak dipergunakan orang Indonesia
diambil dari unsur-unsur kebudayaan
Barat.
2.
Unsur-unsur yang
terbukti membawa manfaat
besar, misalnya radio,
komputer, telephone yang banyak
membawa kegunaan terutama
sebagai alat komunikasi.
3.
Unsur-unsur yang
dengan mudah disesuaikan
dengan keadaan masyarakat
yang menerima unsur-unsur tersebut,
seperti mesin penggiling
padi yang dengan
biaya murah serta pengetahuan teknis
yang sederhana, dapat
digunakan untuk
memperlengkapi pabrik-pabrik penggilingan.
Unsur-unsur kebudayaan
yang sulit diterima oleh
sesuatu masyarakat adalah
misalnya :
1.
Unsur
yang menyangkut sistem
kepercayaan seperti ideologi,
falsafah hidup dan lain-lain.
2.
Unsur-unsur yang
dipelajari pada taraf
pertama proses sosialisasi.
Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat. Nasi sebagai
makanan pokok sebagian besar
masyarakat Indonesia sukar
sckali diubah dengan
makanan pokok yang lainnya.
3.
Pada umumnya generasi
muda dianggap scbagai
individu-individu yang cepat menerima
unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk mclalui proses akulturasi.
Sebaliknya generasi tua, dianggap
sebagai orang-orang kolot
yang sukar mcncrima
unsur baru. Hal
itu disebabkan karena norma-norma
yang tradisional sudah
mcndarah daging dan menjiwai
sehingga sukar sekali untuk mcngubah
nonna-norma yang sudah
dcmikian meresapnya dalam jiwa
generasi tua tcrscbut.
Scbaliknya bclum mcnctapnya
unsur-unsur atau
norma-norma tradisional daJam jiwa
gcncrasi muda, mcnycbabkan bahwa
mereka lebih mudah mencrima unsur-unsur
baru yang kcmungkinan bcsar dapat
mcngubah kehidupan mereka.
4.
Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada
kelompok-kelompok individu yang sukar
sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan masyarakat dianggap
oleh golongan tersebut sebagai keadaan krisis
yang membahayakan keutuhan
masyarakat. Apabila mereka
merupakan golongan yang kuat,
maka mungkin proses perubahan dapat ditahannya. Sebaliknya
bila mereka berada di pihak yang
lemah, maka mereka hanya dapat menunjukkan
sikap yang tidak puas.
Berbagai faktor
yang mempengaruhi diterima
atau tidaknya suatu unsur
kebudayaan baru diantaranya :
1.
Terbatasnya masyarakat
memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang
berasal dari luar masyarakat tersebut.
2.
Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai
agama, dan ajaran ini terjalin
erat dalam keseluruhan pranata
yang ada, maka penerimaan
unsur barn itu mengalami hambatan
dan hams disensor
dulu oleh berbagai ukuran
yang berlandaskan ajaran agama
yang berlaku.
3.
Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya
sistem otoriter akan
sukar menerima unsur
kebudayaan baru.
4.
Suatu
unsur kcbudayaan diterima
jika sebelumnya sudah
ada unsur-unsur kebudayaan
yang mcnjadi landasan
bagi diterimanya unsur kebudayaan
yang baru tersebut.
5.
Apabila
unsur yang barn
itu mcmiliki skala kegiatan
yang terbatas, dan
dapat dengan mudah dibuktikan
kcgunaannya olch warga
masyarakat yang bersangkutan.
Proses alkulturasi
yang bcrjalan dcngan baik
dapat menghasilkan integrasi
antara unsur-unsur
kebudayaan asing dcngan
unsur-unsur kcbudayaan sendiri.
Dengan demikian unsur-unsur kebudayaan
asing tidak lagi dirasakan scbagai
hal yang berasal
dari luar, akan tetapi
dianggap scbagai unsur-unsur
kcbudayaan scndiri. Unsur-unsur
asing yang diterima, tentunya terlebih dahulu mengalami proses pengolahan, schingga
bentuknya tidaklah asli lagi sebagai semula .. Misalnya sistem pcndidikan di Indonesia, untuk
sebagian hcsar diambil dari unsur-unsur
kebudayaan barat. Akan tctapi sudah discsuaikan serta diolah
scdemikian rupa. sehingga mcrupakan
unsur-unsur kcbudayaan sendiri.
Dalam kehidupan
keseharian kita tidak dapat di pungkiri peran serta dunia digital. Dimana
aktifitas,perilaku,kebiasaan,dan pola pikir menjadi bersinergi antara
kebudayaan dan sistem informasi yang modern. Akan tetapi dalam kaitan nya
banyak hal yang dapat merubah satu sama lainnya, Memiliki Kebudayaan yang
beraneka ragam merupakan warisan kultur budaya bangsa Indonesia dalam kegiatan
sehari dalam bentuk adat istiadat,keagaaman dan
pola pikir manusia itu sendiri.
Di dalam kehidupan
keseharian kita dapati hal-hal ataupun kebiasaan yang mulai terkikis dengan
adanya perkembangan teknologi sekarang ini, Hal tersebut berdampak terhadap
pola pikir,kebiasaan didalam keseharian nya. Sehingga kita bisa ambil studi
masalah mengenai sistem informasi berdamapak terhadap Pengetahuan budaya
bangsa.
Hal-hal yang berdampak
negatif dalam keseharian terhadap perkembangan sistem informasi teknologi.
1.
Berkurangnya sarana interaksi sosial
langsung antara sesama di karenakan media sosial lain (handphone)
2.
Kebudayaan, adat istiadat semakin terkikis
dalam keseharian kita, hampir sulit menemukan kembali kebudayaan peninggalan
nenek moyang yang masih di lestarikan di zaman sekarang.
3.
Permainan yang sering terlihat dan di
lakukan oleh anak-anak sudah hampir musnah
Sedangkan, hal-hal yang
berdampak positif dalam keseharian terhadap perkembangan sistem informasi
teknologi.
1.
Mempermudah komunikasi tanpa mengenal jarak
waktu, sehingga dapat mempercepat sesuatu informasi.
2.
Dalam konteks budaya zaman modern seperti
ini perkembangan budaya sangatlah cepat, sehingga kombinasi kultur budaya
tradisional dapat di kombinasikan dengan kebudayaan modern dengan bantuan
sistem informasi teknologi.
3.
Sebuah hal baru dapat tercipata dengan
adanya sistem informasi tersebut, karena di era sekarang segala sesuatu nya
menjadi mudah dengan bantuan sistem informasi teknologi.
Sehingga dalam kebudayaan
tradisional harus memiliki dasar landasan yang tetap di lestarikan
keberadaannya dengan cara menjaga eksistensi,perkembangan budaya,dan keberadaan
budaya itu sendiri yang harus kita kenalkan kepada generasi selanjutnya. Hal
tersebut memiliki dasar yang tepat, untuk melestarikan kebudayaan tradisional
lokal yang kaya akan peninggalan nenek moyang.
Akan tetapi dalam
pekembangan kebudayaan tradisional tidak bisa lepas dari perkembangan sistem
teknologi dan informasi untuk membuat kebudayaan itu dapat diterima di zaman
modern seperti sekarang ini, di sini peran serta aktif masyarakat untuk
mengontrol kebudayaan tradisional agar tetap lestari dan tetap dapat diterima
oleh generasi selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar