Kamis, 30 Maret 2017

Tugas Ilmu Budaya Dasar 1

DOSEN          : RAMITA HAPSARI
NAMA           : RIKI ABDILLAH HASANUDDIN
NPM               : 16116417
KELAS          : 1 KA 19

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan  yang diharapkan dapat memberikan   pengetahuan  dasar dan pengertian  umum tentang  konsep-konsep   yang dikembangkan   untuk  mengkaji  masalah-rnasalah  manusia  dan kebudayaan.
lstilah llmu  Budaya  Dasar dikembangkan  di Indonesia  sebagai  pengganti  istilah Basic Humanitiesm   yang  berasal  dari  istilah  bahasa  Inggris  "The  Humanities".   Adapun   istilah Hwnanities  itu sendiri berasal dari bahasa latin hurnanus yang bisa diartikan manusia,  berbudaya dan halus. Dengan  mempelajari  the humanities diandaikan  seseorang  akan bisa rnenjadi lebih manusiawi.   lebih  berbudaya  dan  lebih  halus.  Dengan  demikian  bisa  dikatakan   bahwa  the humanities  berkaitan  dengan nilai-nilai  yaitu nilai-nilai manusia  sebagai homo  humanus  atau manusia  berbudaya,  Agar supaya manusia  bisa menjadi humanus,  mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities  disamping tidak meninggalkan  tanggungjawabnya  yang lain sebagai manusia  itu sendiri.
Untuk mengetahui  bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan  budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan  ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya  Bachtiar mengemukakan   bahwa  ilmu  dan  pengetahuan  dikelompokkan   dalam  tiga  kelompok  besar, yaitu  :
1.      Ilmu-ilrnu  Alamiah ( Natural Science ).
Ilmu-ilmu  alamiah  bertujuan  mengetahui  keteraturan-keteraturan   yang terdapat  dalam alam  semesta. Yang  termasuk kelompok  ilmu-ilmu  alamiah  antara lain ialah astronomi,  fisika, kimia,  biologi,  kedokteran, mekanika.
2.      Ilmu-ilmu  Sosial (Social Science )
Ilmu-ilrnu  sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan  yang terdapat dalam hubungan  antar manusia. Yang  termasuk   kelompok   ilmu-ilmu   sosial  antara  lain  ilmu  ekonomi, sosiologi,  politik,  demografi,  psikologi,   antropologi  sosial, sosiologi  hukum,  dsb.
3.      Pcngetahuan  budaya (The Humanities ).
Pcngetahuan  budaya bertujuan untuk memahami  dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang   bersifat   manusiawi. Metode  ini tidak ada sangkut  pautnya  dengan metode  ilmiah,  hanya  mungkin  ada pengaruh dari   mctodc  ilmiah.
Pengetahuan  budaya ( The Humanities  ) dibatasi  sebagai pengetahuan  yang mencakup kcahlian  (disiplin)  scni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi  lagi ke dalam berbagai bidang  kcahlian  Iain, sepcrti seni tari, seni rupa, seni musik, dll.  Sedang  llmu  Budaya  Dasar ( Basic Humanities  ) adalah usaha yang diharapkan  dapat memberikan  pengetahuan  dasar dan  pengcrtian umum tentang konsep-konscp yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia    dan   kebudayaan.    Dengan   perkataan    lain   Ilmu   Budaya  dasar   menggunakan pengertian-pengertian    yang  berasal   dari   berbagai   bidang   pengetahuan    budaya   untuk  mengembangkan  wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah  manusia dan  kebudayaan.
Ilmu  budaya  dasar  berbeda  dengan  pengetahuan   budaya.  Ilmu  budaya  dasar  dalam bahasa  lnggris  disebut  dengan  Basic Humanities.  Pengetahuan  budaya dalam  bahasa  inggris disebut dengan istilah the humanities. pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai  mahluk  berbudaya   (  homo  humanus  ),  sedangkan  Ilmu  budaya  dasar  bukan  ilmu tentang   budaya,   melainkan   mengenai   pengetahuan   dasar  dan  pengertian   umum   tentang konsep-konsep   yang  dikembangkan   untuk mengkaji  masalah-masalah   manusia  dan  budaya.
Pada hakekat nya, manusia adalah :
1.      Mahluk  ciptaan  Tuhan  yang terdiri  dari  tubuh  dan jiwa  sebagai satu  kesatuan yang utuh.
2.      Mahluk  ciptaan Tuhan  yang paling sempurna, jika  dibandingkan  dengan mahluk lainnya.
3.      Kesempumaan Manusia terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanyadengan akal, perasaan,dan kehendakyang terdapat didalamjiwa manusia.
Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan  jasmani  melalui  pancaindra,  tingkatnya  rendah  dan  terdapat  pada  manusia  atau binatang.  Perasaan   rohani   adalah   perasaan   luhur  yang  hanya   terdapat     pada   manusia misalnya  :
1.        Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan  pengetahuan.
2.        Perasaan estetis.yaitu   perasaan yang berkenan dengan keindahan.
3.        Perasaan etis. yaitu perasaan yang berkenaandengan kebaikan.Seseorangmerasa senang apabila sesuatu itu baik.
4.        Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain
5.        Perasaan sosial,  yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat. ikut merasakan kehidupan orang lain.  Apabila orang berhasil,  ia ikut senang. apabila orang gagal,  memperoleh musibah, ia ikut sedih.
6.        Perasaan religius.  yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
Apabila kita berbicara tentang  kebudayaan,  maka kita langsung berhadapan  dengan pengertian istilahnya. Pengertian kebudayaan menyangkut  bermacam-rnacam definisi yang telah dipikirkan oleh sarjana-sarjana  bidang sosial budaya diseluruh dunia :
1.      Dua orang  antropolog  terkemuka  yaitu  Melville  J.  Herkovits   dan  Bronislaw Malinowski mengemukakan  bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di  dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic,  karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus. Walaupun orang-orang  yang menjadi anggota masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan  kematian dan kelahiran.  Pengertian kebudayaan meliputi bidang yang luasnya seolah-olah  tidak ada batasnya. Dengan demikian sukar sekali  untuk mendapatkan  pembatasan pengertian atau definisi yang tegas dan terinci yang mencakup segala sesuatu yang seharusnya  termasuk  dalam pengertian tersebut. Dalam pengertian sehari-hari istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni tari. Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal.  Dalam  bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere. yan~ berarti mengolah tanah. jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai "segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tcmpat tinggalnya.,  atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan  hidupnya  di dalam lingkungannya  ".  Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari,  mengacu pada pola-pola  perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan  kelompok sosial tertentu (Keesing, jilid I. 1989; hal 68)
2.      Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai bcrikut : Kebudayaan  adalah kompleks yang mencakup pengetahuan,  kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan  lain serta kebiasaan- kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat, Dengan perkataan lain kebudayaan  mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
3.      Selo Sumarjan  dan Soelaeman Soemardi maerumuskan  kebudayaan  sebagai semua hasil karya,  rasa  dan cipta masyarakat.  Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk mcnguasai alam sekitamya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat.
4.      Sutan  Takdir    Alisyahbana   mengatakan bahwa kebudayaan    adalah  manifestasi   dari cara  berpikir,   hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan; sebab semua laku dan perbuatan tercakup  di dalamnya,  dan  dapat  diungkapkan  pada basis  dan  cara  berpikir,  perasaan  juga maksud  pikiran.
5.      Koentjaraningrat   mengatakan,  bahwa  kebudayaan  antara  lain  berarti   keseluruhan gagasan   dan   karya    manusia   yang   hams    dibiasakannya    dengan    belajar     beserta keseluruhan     dari   hasil  budi  pekertinya.
6.      A.L Krober   dan  C.Kluckhon   mengatakan,  bahwa   kebudayaan    adalah   menifestasi atau   penjelmaan    kerja  jiwa  manusia   dalam   arti  seluas-luasnya.
7.      C.A.Van   Peursen   mengatakan,   bahwa  dewasa  ini kebudayaan     diartikan   sebagai manifestasi    kehidupan     setiap   orang,   dan   kehidupan     setiap   kelompok    orang-orang, berlainan  dengan   hewan-hewan,    maka  manusia   tidak  hidup  begitu  saja  ditengah   alam, melainkan    selalu  mengubah    alam.
8.      Kroeber   dan   Klukhon    mcndcfinisikan    kebudayaan;      kebudayaan   terdiri    atas berbagai    pola,  bertingkah    laku  mantap,   pikiran,   perasaan    dan  reaksi   yang  diperoleh dan   terutama   diturunkan   oleh  simbol-simbol    yang   menyusun    pencapaiannya     secara tersendiri    dari    kelompok-kelompok       manusia,    termasuk   didalamnya   oerwujudan benda-benda     materi,   pusat   esensi  kebudayaan     terdiri   atas   tradisi   dan   cita-cita  ·      atau paham,   dan  terutama  keterikatan    terhadap  nilai-nilai.
Secara  praktis  bahwa  kebudayaan  merupakan  sistem nilai dan gagasan  utama  (Vital). Sistem   nilai  dan  gagasan   utama   itu  dihayati   benar-benar    oleh   para  pendukung kebudayaan  yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu, sehingga mendominasi keseluruhan kehidupan    para   pendukung    itu,  dalam   arti  mengarahkan    tingkah   laku   mereka   dalam masyarakatnya.   Dapat dikatakan  pula, bahwa sistem nilai dan gagasan  utama itu memberikan pola untuk bertingkah laku kepada masyarakatnya,atau dengan kat lain, memberi seperangkat model untuk bertingkah laku. Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci, yaitu
1.      Sistem ideologi, meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem sosial dan berupa interpretasi operasional dari sistem nilai dan gagasan utama yang berlaku dalam masyarakat.2.
2.      Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam rnasyarakat, baik yang terjalin didalam lingkungan kerabat, maupun yang terjadi dengan masyarakat lebih luas serta pemimpin-pemimpinnya. Pengendalian masyarakat dan pemimpin berkembang dengan nilai budaya dan gagasan utama yang berlaku.
3.      Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya. sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Dalam kebudayaan yang terutama Komunikasi dan Interaksi Sosial Budaya misalnya dengan sendirinya sistem teknologi khusus Sistem Informasi sesuai dengan Interaksi Sosial Budaya.
Untuk   lebih   mendalami   kebudayaan,   perlu  dikenal   beberapa   masalah   lain  yang menyangkut  kebudayaan.  Misalnya  apa yang disebut dengan  unsur, Yang dimaksud  dengan unsur disini adalah apa saja sesungguhnya  kebudayaan  itu, sehingga  kebudayaan  disini lebih mengandung   makna  totalitas  dari  pada  sekedar  penjumlahan   unsur-unsur   yang  terdapat  di dalamnya.
C.Kluckhohn   di dalam  karyanya berjudul Universal Categories ofCulture mengemukakan,   bahwa  ada tujuh  unsur  kebudayaan  universal,yaitu   :
1.    Sistem  Religi  (sistem  kepercayaan).
Merupakan   produk   manusia   sebagai  homo   religieus.   Manusia   yang  memiliki kecerdasan  pikiran  dan perasaan  luhur, tanggap  bahwa di atas kekuatan  dirinya  terdapat kekuatan  lain yang maha besar. Karena itu manusia  takut, sehingga  menyembahnya   dan lahirlah  kepercayaan   yang  sekarang  menjadi  agama.
2.      Sistem  organisasi  kemasyarakatan.
Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan  dimana manusia bekerja  sama  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  hidupnya.
3.      Sistem  pengetahuan.
Merupakan   produk  manusia  sebagai  homo  sapiens.  Pengetahuan   dapat  diperoleh dari pemikiran  sendiri,  disamping  itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan  manusia mengingat-    ingat apa yang telah diketahui  kemudian  menyampaikannya   kepada  orang lain melalui bahasa, menyebabkan  pengetahuan  menyebar  luas. Lebih-lebih  bila pengetahuan  itu dibukukan,  maka penyebarannya  dapat dilakukan  dari satu generasi  ke generasi  berikutnya.
4.        Sistem  mata  pencaharian  hidup  dan  sistem-sistem  ekonomi.
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia  secara  umum  terus  meningkat,
5.        Sistem  Teknologi  dan  Peralatan.
Merupakan  produk dari manusia  sebagai homo faber. Bersumber  dari pemikirarmya yang  cerdas   dan  dibantu   dengan  tangannya   yang  dapat  mengunakan   sesuatu  alat  dengan erat, manusia  dapat membuat  dan mempergunakan  alat tersebut. Dengan alat-alat ciptaannya  terutama dibidang Sistem Informasi untuk memenuhi kebutuhannya agar berinteraksi dengan mudahnya sehingga menimbulkan suatu budaya baru.
6.        Bahasa, Merupakan   produk  dari  manusia  sebagai  homo  longuens.  Bahasa  manusia  pada mulanya  diwujudkan  dalam  bentuk tanda  (kode) yang kemudian  disempumakan   dalam bentuk  bahasa  lisan,  dan  akhimya  menjadi  bentuk  bahasa  tulisan.
7.        Kesenian.Merupakan   hasil  dari  manusia  sebagai  homo  aesteticus.   Setelah  manusia   dapat mencukupi  kebutuhan  fisiknya, maka dibutuhkan  kebutuhan  psikisnya  untuk dipuaskan. Manusia  bukan  lagi semata-mata  memenuhi  kebutuhan  isi perut saja, mereka juga  perlu pandangan  mata  yang indah, suara yang merdu,  yang semuanya  dapat  dipenuhi  melalui kesenian.
Kebudayaan  sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C.Kluckhohn  dalam karyanya  Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia,  secara  universal  menyangkut  Hrna masalah  pokok  kehidupan  manusia,  yaitu  :
1.      Hakekat  hidup  manusia  (  MH  )
Hakekat   hidup  untuk  setiap  kebudayaan   oerbeda  secara  ekstem;   ada  yang  berusaha untuk memadamkan  hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup  sebagai  suatu  hal yang baik, "mengisi  hidup"
2.      Hakekat  karya  manusia  ( MK  )
Setiap kebudayaan  hakekatnya  berbeda-beda,  diantaranya  ada yang beranggapan  bahwa karya bertujuan untuk hidup. karya memberikan kedudukan atau kehormatan,  karya merupakan  gerak  hidup  untuk  menambah  karya  lagi.
3.      Hakekat  waktu  manusia  (  WM  )
Hakekat  waktu untuk setiap kebudayaan  berbeda;  ada yang berpandangan  mementingan orientasi  masa  lampau,  ada pula  yang  berpandangan  untuk  masa  kini  atau masa  yang akan  datang.
4.      Hakekat  alam  manusia  (MA)
Ada kebudayaan   yang menganggap  manusia  harus mengeksploitasi    alam atau memanfaatkan    alam  semaksimal   mungkin.   ada  pula  kebudayaan   yang  beranggapan manusia  harus  hannonis  dengan  alam  dan manusia  harus  menyerah  kepada  alam.
5.      Hakekat  hubungan  manusia  (MN   )
Dalam hal ini ada yang mementingkan  hubungan  manusia  dengan  manusia.  baik secara horizontal  (sesamanya)  maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh).   Ada pula yang  berpandangan   individualistis  (  menilai  tinggi  kekuatan  sendiri  ).
Sadar atau tidak, suka atau tidak kebudayaan akan berkembang seiring berkembangnya teknologi, sehingga menyebabkan perubahan dalam kultur kebudayaan yang tradisional berimigrasi menjadi kebudayaan yang modern.
Masyarakat sekarang sangatlah mudah mengetahui kebudayaan dengan adanya perkembangan zaman teknologi yang dapat di akses melalui media gadget, sehingga pertumbuhan sistematis dalam kebudayaan yang idealis sangat kental dalam era modern seperti ini. Banyak hal dalam kebudayaan di dalam masyarakat yang harus tetap terjaga dan tetap di pelihara dalam suatu kesatuan yang mana akan tetap bisa di rasakan oleh anak cucu kita nanti, hal tersebut yang menjadi dasar dalam suatu konsep dalam penggunaan sistem teknologi dalam kebudayaan keseharian kita.
Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakatdan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungandengan masyarakat lainnya.
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaanmempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenamya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungandengan manusialainnya.Artinya,karena terjadihubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat .
Terjadinya gerak dan perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
·         Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
·         Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka. yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain. cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Ada perbedaan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan berbeda.
·         Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-Iembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.yang mempengaruhisistem sosialnya, termasukdidalamnyaniali-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelornpok dalam masyarakat. Dalam Perubahan sosial terjadi perubahan struktur sosial dan pola-pola hubungan sosial, antara lain, sistem politik dan kekuasaan. persebaran penduduk, sistem status. hubungan-hubungan di dalam keluarga.
·         Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan,antara  lain aturan-aturan,  norma-norma  yang digunakan  sebagai pegangan  dalam  kehidupan, juga  teknologi,  selera,  rasa keindahan  (kesenian),  dan  bahasa. Perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang bebrbeda sedemikian rupa. sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun  diterima dan  diolah  kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan  hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa  silam. Biasanya suatu masyarakat  hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat   lainnya dan antara mereka terjadi   hubungan-hubungan,     mungkin   dalam   lapangan   perdagangan,    pemerintahan    dan sebagainya.  Pada saat itulah unsur-unsur  masing-masing  kebudayaan  saling menyusup.  Proses migrasi   besar-besaran,    dahulu   kala,   mempermudah    berlangsungnya    akulturasi   tersebut. Beberapa  masalah  yang  menyangkut  proses  tadi adalah  :
1.      Unsur-unsur   kebudayaan   asing  manakah  yang  mudah  diterima,
2.      Unsur-unsur   kebudayaan   asing manakah  yang  sulit diterima,
3.      Individu-individu   manakah  yang cepat  menerima  unsur-unsur  yang  barn,
4.      Ketegangan-ketegangan    apakah  yang  timbul  sebagai  akibat  akulturasi  tersebut,
Pada  umumnya   unsur-unsur  kebudayaan  asing  yang  mudah  diterima  adalah  :
1.      Unsur kebudayaan  kebendaan  seperti peralatan yang terutama  sangat mudah dipakai dan  dirasakan  sangat  bermanfaat  bagi masyarakat  yang  menerimanya.   Contohny.a alat tulis menulis yang banyak dipergunakan orang Indonesia diambil dari unsur-unsur kebudayaan   Barat.
2.      Unsur-unsur   yang  terbukti  membawa   manfaat   besar,  misalnya   radio,  komputer, telephone  yang  banyak  membawa  kegunaan  terutama  sebagai  alat komunikasi.
3.      Unsur-unsur   yang  dengan  mudah  disesuaikan   dengan  keadaan   masyarakat   yang menerima   unsur-unsur  tersebut,  seperti  mesin  penggiling  padi  yang  dengan  biaya murah           serta   pengetahuan     teknis    yang   sederhana,     dapat    digunakan   untuk memperlengkapi   pabrik-pabrik   penggilingan.
Unsur-unsur  kebudayaan  yang sulit diterima  oleh sesuatu  masyarakat  adalah  misalnya  :
1.      Unsur  yang  menyangkut   sistem  kepercayaan  seperti  ideologi,  falsafah  hidup  dan lain-lain.
2.      Unsur-unsur   yang  dipelajari  pada  taraf  pertama  proses  sosialisasi.   Contoh   yang paling mudah  adalah soal makanan  pokok suatu masyarakat.  Nasi sebagai  makanan pokok  sebagian  besar  masyarakat  Indonesia  sukar  sckali  diubah  dengan  makanan pokok  yang  lainnya.
3.      Pada umumnya  generasi   muda dianggap  scbagai individu-individu   yang cepat menerima unsur-unsur  kebudayaan  asing yang masuk mclalui proses akulturasi. Sebaliknya  generasi tua,  dianggap   sebagai  orang-orang   kolot   yang  sukar  mcncrima   unsur  baru.  Hal  itu disebabkan  karena  norma-norma  yang tradisional  sudah mcndarah  daging dan menjiwai sehingga  sukar sekali untuk  mcngubah  nonna-norma   yang sudah dcmikian  meresapnya dalam  jiwa   generasi   tua  tcrscbut.    Scbaliknya   bclum   mcnctapnya    unsur-unsur    atau norma-norma   tradisional  daJam jiwa  gcncrasi   muda, mcnycbabkan  bahwa  mereka  lebih mudah mencrima  unsur-unsur  baru yang kcmungkinan  bcsar dapat mcngubah  kehidupan mereka.
4.      Suatu masyarakat  yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok   individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan  diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan   masyarakat  dianggap  oleh golongan  tersebut  sebagai keadaan  krisis  yang  membahayakan   keutuhan  masyarakat.  Apabila  mereka  merupakan golongan  yang kuat, maka mungkin  proses perubahan  dapat ditahannya.  Sebaliknya  bila mereka  berada di pihak yang lemah, maka mereka hanya dapat menunjukkan  sikap yang tidak  puas.
Berbagai  faktor  yang  mempengaruhi   diterima  atau tidaknya  suatu  unsur  kebudayaan baru  diantaranya   :
1.      Terbatasnya  masyarakat  memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan  dan dengan orang-orang   yang  berasal  dari luar masyarakat  tersebut.
2.      Jika pandangan  hidup dan nilai-nilai  yang dominan  dalam  suatu kebudayaan  ditentukan oleh  nilai-nilai  agama,  dan ajaran  ini terjalin  erat dalam  keseluruhan  pranata  yang  ada, maka  penerimaan   unsur  barn  itu mengalami   hambatan  dan  hams  disensor   dulu  oleh berbagai  ukuran  yang berlandaskan  ajaran  agama  yang  berlaku.
3.      Corak struktur  sosial suatu masyarakat  turut menentukan  proses penerimaan  kebudayaan baru.   Misalnya  sistem  otoriter  akan  sukar  menerima  unsur  kebudayaan  baru.
4.      Suatu  unsur  kcbudayaan  diterima  jika  sebelumnya  sudah  ada unsur-unsur  kebudayaan yang  mcnjadi  landasan  bagi diterimanya  unsur  kebudayaan  yang  baru  tersebut.
5.      Apabila  unsur  yang  barn  itu mcmiliki  skala  kegiatan  yang  terbatas,  dan  dapat  dengan mudah  dibuktikan  kcgunaannya  olch  warga  masyarakat  yang  bersangkutan.
Proses   alkulturasi   yang  bcrjalan dcngan   baik  dapat  menghasilkan    integrasi   antara unsur-unsur   kebudayaan   asing  dcngan  unsur-unsur  kcbudayaan   sendiri.  Dengan  demikian unsur-unsur  kebudayaan  asing  tidak lagi dirasakan  scbagai  hal  yang  berasal  dari  luar,  akan tetapi  dianggap  scbagai  unsur-unsur  kcbudayaan  scndiri.  Unsur-unsur  asing  yang  diterima, tentunya  terlebih dahulu mengalami  proses pengolahan,  schingga  bentuknya  tidaklah  asli lagi sebagai  semula .. Misalnya  sistem pcndidikan di Indonesia, untuk sebagian hcsar diambil dari unsur-unsur  kebudayaan  barat.  Akan tctapi sudah discsuaikan  serta diolah  scdemikian   rupa. sehingga  mcrupakan  unsur-unsur  kcbudayaan  sendiri.
Dalam kehidupan keseharian kita tidak dapat di pungkiri peran serta dunia digital. Dimana aktifitas,perilaku,kebiasaan,dan pola pikir menjadi bersinergi antara kebudayaan dan sistem informasi yang modern. Akan tetapi dalam kaitan nya banyak hal yang dapat merubah satu sama lainnya, Memiliki Kebudayaan yang beraneka ragam merupakan warisan kultur budaya bangsa Indonesia dalam kegiatan sehari dalam bentuk adat istiadat,keagaaman dan  pola pikir manusia itu sendiri.
Di dalam kehidupan keseharian kita dapati hal-hal ataupun kebiasaan yang mulai terkikis dengan adanya perkembangan teknologi sekarang ini, Hal tersebut berdampak terhadap pola pikir,kebiasaan didalam keseharian nya. Sehingga kita bisa ambil studi masalah mengenai sistem informasi berdamapak terhadap Pengetahuan budaya bangsa.
Hal-hal yang berdampak negatif dalam keseharian terhadap perkembangan sistem informasi teknologi.
1.      Berkurangnya sarana interaksi sosial langsung antara sesama di karenakan media sosial lain (handphone)
2.      Kebudayaan, adat istiadat semakin terkikis dalam keseharian kita, hampir sulit menemukan kembali kebudayaan peninggalan nenek moyang yang masih di lestarikan di zaman sekarang.
3.      Permainan yang sering terlihat dan di lakukan oleh anak-anak sudah hampir musnah
Sedangkan, hal-hal yang berdampak positif dalam keseharian terhadap perkembangan sistem informasi teknologi.
1.      Mempermudah komunikasi tanpa mengenal jarak waktu, sehingga dapat mempercepat sesuatu informasi.
2.      Dalam konteks budaya zaman modern seperti ini perkembangan budaya sangatlah cepat, sehingga kombinasi kultur budaya tradisional dapat di kombinasikan dengan kebudayaan modern dengan bantuan sistem informasi teknologi.
3.      Sebuah hal baru dapat tercipata dengan adanya sistem informasi tersebut, karena di era sekarang segala sesuatu nya menjadi mudah dengan bantuan sistem informasi teknologi.
Sehingga dalam kebudayaan tradisional harus memiliki dasar landasan yang tetap di lestarikan keberadaannya dengan cara menjaga eksistensi,perkembangan budaya,dan keberadaan budaya itu sendiri yang harus kita kenalkan kepada generasi selanjutnya. Hal tersebut memiliki dasar yang tepat, untuk melestarikan kebudayaan tradisional lokal yang kaya akan peninggalan nenek moyang.
Akan tetapi dalam pekembangan kebudayaan tradisional tidak bisa lepas dari perkembangan sistem teknologi dan informasi untuk membuat kebudayaan itu dapat diterima di zaman modern seperti sekarang ini, di sini peran serta aktif masyarakat untuk mengontrol kebudayaan tradisional agar tetap lestari dan tetap dapat diterima oleh generasi selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar