Cinta Kepada Orang Tua
Ada
seorang anak, yang mempunyai ibu berusia lanjut, giginya sudah tanggal semua,
sehingga membuat anaknya ingin membawa ibunya untuk memasang gigi palsu. Begitu
masuk ke klinik gigi, dokter pun mulai mempromosikan gigi palsu mereka, namun
Sang ibu menginginkan gigi palsu yang
paling murah. Mendengar itu, sang dokter tidak mau menyerah begitu saja, sambil
memandangi si anak, dengan sabar ia menjelaskan perbedaan kualitas dan
keunggulan antara gigi palsu yang bagus dan buruk. Namun, yang sangat
mengecewakan sang dokter adalah, anak tersebut yang nampaknya berduit itu acuh
tak acuh, hanya sibuk memegang handphone sambil telepon, sama sekali tidak
peduli dengan ibunya.
Sang
Dokter pun gagal meyakinkan Sang ibu, hingga akhirnya memenuhi permintaannya.
Saat itu, dengan tangan bergetar, Sang Ibu mengambil sebuah kain bungkusan,
lalu membukanya selapis demi selapis, kemudian mengambil dan menyerahkan
uangnya kepada dokter sebagai uang muka, dan seminggu kemudian berjanji akan
kembali lagi untuk memasang gigi palsunya.
Setelah
Sang Ibu dan anaknya meninggalkan klinik, orang-orang yang ada di klinik mulai terlihat
jengkel dan marah-marah terhadap tingkah laku anak berduit tersebut, berpakaian
necis, Hand Phone nya pun, cerutu kualitas tinggi, tetapi tidak rela
mengeluarkan uang untuk sepasang gigi palsu yang bagus bagi ibunya. Tepat di
saat mereka masih memendam rasa jengkel dan amarah Saat itulah, tanpa diduga sebelumnya
anak berduit itu pun kembali ke klinik dan berkata : “Dok, tolong buatkan gigi palsu yang berkualitas terbaik untuk ibu saya, Semua biayanya saya yang nanggung,
tidak masalah berapa pun harganya. Tapi, yang paling penting, saya minta anda
jangan mengatakan hal ini yang sebenarnya kepada ibu saya, ibu saya adalah orang
yang sangat hemat, teliti soal keuangan dan saya tidak ingin membuatnya sedih
dan kecewa karena hal ini. Dan Saya melakukan ini karena wujud cinta saya
kepada ibu saya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar